Materi Pembelajaran
Pelajari konsep tegangan, regangan, Modulus Young, dan Hukum Hooke sebelum melakukan percobaan.
1. Tegangan (Stress)
Ketika sebatang kawat ditarik, gaya yang bekerja terbagi pada seluruh penampang kawat. Tegangan adalah besar gaya yang bekerja tegak lurus pada setiap satuan luas penampang benda.
Hal penting
- Satuan SI tegangan adalah pascal (Pa) = N/m². 1 MPa = 10⁶ Pa dan 1 GPa = 10⁹ Pa.
- Untuk kawat berpenampang lingkaran: A = ¼πd², dengan d diameter kawat.
- Pada kawat yang sama, makin besar gaya maka makin besar tegangan. Pada gaya yang sama, kawat yang lebih tipis mengalami tegangan lebih besar.
- Tegangan adalah besaran skalar.
Penyelesaian: A = 2 mm² = 2 × 10⁻⁶ m².
σ = F/A = 400 / (2 × 10⁻⁶) = 2 × 10⁸ Pa (200 MPa).
2. Regangan (Strain)
Regangan adalah perbandingan antara pertambahan panjang benda dengan panjang awalnya. Regangan menyatakan seberapa besar benda "meregang" relatif terhadap ukurannya.
Hal penting
- Regangan tidak memiliki satuan karena merupakan perbandingan dua besaran sejenis.
- Regangan sering dinyatakan dalam persen: e × 100%.
- Kawat panjang dan kawat pendek yang bertambah panjang sama besar memiliki regangan berbeda; kawat yang lebih pendek meregang lebih "parah".
Penyelesaian: ΔL = 1 mm = 1 × 10⁻³ m.
e = ΔL/L₀ = 10⁻³ / 2 = 5 × 10⁻⁴ (0,05%).
3. Modulus Young (Modulus Elastisitas)
Pada daerah elastis, tegangan sebanding dengan regangan. Perbandingannya merupakan konstanta khas bahan yang disebut Modulus Young. Makin besar E, makin kaku bahan tersebut.
Nilai Modulus Young beberapa bahan
| Bahan | E (Pa) | Keterangan |
|---|---|---|
| Baja | 2,0 × 10¹¹ | Sangat kaku |
| Tembaga | 1,1 × 10¹¹ | Kaku |
| Kuningan | 1,0 × 10¹¹ | Kaku |
| Aluminium | 6,9 × 10¹⁰ | Lebih mudah meregang dari baja |
| Kayu | 1,0 × 10¹⁰ | Bergantung arah serat |
| Plastik PVC | 3,0 × 10⁹ | Cukup lentur |
| Karet | 1,0 × 10⁷ | Sangat mudah meregang |
Nilai-nilai ini sama dengan yang dipakai pada menu Virtual Laboratory, sehingga hasil percobaanmu dapat dibandingkan dengan teori.
Faktor yang memengaruhi pertambahan panjang
- Makin besar gaya F, ΔL makin besar.
- Makin panjang kawat L₀, ΔL makin besar.
- Makin besar luas penampang A, ΔL makin kecil.
- Makin besar Modulus Young E, ΔL makin kecil.
Penyelesaian: F = mg = 20 × 10 = 200 N; A = 2 × 10⁻⁶ m².
ΔL = F·L₀/(A·E) = (200 × 2) / (2 × 10⁻⁶ × 2 × 10¹¹) = 400 / (4 × 10⁵) = 10⁻³ m = 1 mm.
4. Hukum Hooke
Robert Hooke menemukan bahwa selama batas elastis belum terlampaui, pertambahan panjang pegas sebanding dengan gaya yang menariknya.
Hubungan dengan Modulus Young: k = E·A / L₀. Jadi konstanta pegas dipengaruhi oleh bahan, luas penampang, dan panjang awal.
Batas elastis
Jika gaya melebihi batas elastis, bahan tidak kembali ke bentuk semula (deformasi plastis) dan Hukum Hooke tidak berlaku lagi.
Energi potensial pegas
Susunan pegas
| Susunan | Konstanta pengganti | Sifat |
|---|---|---|
| Seri | 1/ks = 1/k₁ + 1/k₂ + … | Gaya sama, Δx dijumlahkan; makin lunak |
| Paralel | kp = k₁ + k₂ + … | Δx sama, gaya dijumlahkan; makin kaku |
Penyelesaian: F = mg = 5 N.
Δx = F/k = 5/200 = 0,025 m = 2,5 cm.
Ep = ½ k Δx² = ½ × 200 × (0,025)² = 0,0625 J.
Rangkuman
- σ = F/A • e = ΔL/L₀ • E = σ/e
- F = k·Δx berlaku selama di daerah elastis.
- Seri: lebih lunak; paralel: lebih kaku.
Sekarang uji teorinya di Virtual Laboratory, lalu kerjakan Evaluasi.